Tuesday, 10 December 2019

Workshop Peran Strategis Guru dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional di Era Revolusi Industri 4.0


Melihat Sejarah Kontitusi Indonesia

Alhamdulillah dalam kesempatan berharga, menjadi bagian dari guru-guru yang dihadirkan dalam acara Anugerah Kontitusi yang di selenggarakan oleh Makamah Kontitusi Indonesia melihatkan beberapa perwakilan guru dari Kemdikbud dan Kemenag RI.

Selain pemberian hadiah pada guru-guru yang berprestasi, Makamah Kontitusi juga memberikan pembekalan keilmuan terkait wawasan hukum kontitusi pada peserta yang hadir. Berkah luar biasa yang tidak dapat dilupakan menjadi pengalaman seumur hidup untuk kami kenang, baik keramahan, pelayanan prima, dan pernak-pernik kado yang diberikan.

Ada yang lebih menarik dari kesemua itu, ketika kami dikenalkan museum digital yang modern di gedung Makamah Kontitusi tentang peradaban hukum kontitusi yang terdapat di Indonesia dari kurun waktu ke waktu. Alhamdulillah ternyata jika kita mau menempuh prosedur yang benar secara kedinasan, bisa mengajak peserta didik kita untuk belajar di tempat ini. 

Penerapan Strategi Arus Bawah Dalam Keefektifan Tata Kelola MGBK MTs Jawa Timur

BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Organisasi adalah suatu struktur garis perkumpulan  yang didalamnya terdapat  garis kewenangan yang saling berhubungan langsung secara vertical antara pimpinan dan anggota. Suatu organisasi akan dapat mencapai hasil maksimal sesuai target dan tujuan dibentuknya harus memenuhi beberapa kriteria, diantaranya; adanya kesepakatan dalam satu fungsi komando, adanya loyalitas kedisplinan berserikat, antara anggota tumbuh rasa memahami fungsi kedudukan masing-masing, adanya hubungan harmonis antar anggota, solidaritas yang tinggi, mampu mengembangkan kreatifitas atau inovasi pembaharuan dalam pegerakan berorganisasi serta menjunjung tinggi kesepakatan dalam bentuk AD/ART organisasi.
Tujuan organisasi tidak akan dapat berjalan dengan baik, jika adanya rasa ketidak-percayaan pada masing-masing anggota sehingga menimbulkan kompetitif yang kurang kondusif antar anggota, kurang tegasnya seorang pemimpin dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengemudi bahtera, dan tidak adanya system tata kelola manajemen organisasi sebagai rambu-rambu menjalankan tugas kiprahnya di baik untuk internal organisasi tersebut maupun kemanfaatan di masyarakat.