Selasa, 16 Agustus 2016

Bagaimana Jika Siswa Berperan Sebagai Guru Untuk Teman-teman Sekelasnya

Layanan pembelajaran kali ini hampir sama dengan tutor sebaya, akan tetapi yang menjadi perbedaan nyata adalah sisi permainan peran. Pada layanan tutor sebaya siswa hanya berkedudukan sebagai sumber pasif atau dikatakan adalah pemenuhan target dari aspek kognitif terhadap sebuah pemahaman materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru, sedangkan pada layanan ini siswa diberikan keleluasaan untuk berkembang lebih jauh. Tanpa bermaksud mengenyampingkan manfaat metode tutor sebaya dalam layanan ini siswa diberikan kedudukan sebagai sumber aktif dalam proses PBM. 

Peran siswa dirubah sebagai peran guru, tentu saja kebebasan sesuai dengan gaya khas mereka mengajar. Terdapat hal yang menarik selain manfaat dari layanan ini, siswa ternyata memunculkan bentuk imitasi terhadap karakter guru-guru yang mengajar di lingkup sekolah. Mulai dari dialek, style guru, dan lain-lain.

Dari sisi manfaat kegiatan PBM seperti ini bisa dijadikan acuan dalam pembentukan karakter berani, cerdas dan tangkas. Berani, yang dapat diartikan siswa diarahkan untuk dapat mengekspresikan skill atau kemampuan berinteraksi sosial salah satu contohnya adalah tampil di depan kelas mengajarkan materi yang terdapat di LKS Bimbingan konseling. Pemilihan bab atau sub topik bahasan juga ditentukan oleh siswa sendiri. Cerdas, siswa dituntut untuk paham terhadap pembahasan materi yang dia sampaikan kepada teman-temannya saat dia berperan sebagai guru. Tanpa disadari siswa lebih intens dalam mempelajari materi yang akan disampaikan sehingga pemahaman bisa dikatakan lebih sempurna jika dibandingkan menggunakan metode ceramah, tanya jawab atau lainnya yang disampaikan oleh guru. 


Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Mungkin kita lupa bahwa siswa adalah pribadi tersendiri, tentu saja mereka memiliki tingkat ideal tersendiri juga yang kita tidak mampu deteksi. Sehingga dengan cara seperti ini siswa mampu menerjemahkan materi sesuai dengan prinsip yang dimilikinya, tentu saja maksimal target pencapaian hasil belajar bisa diraih dengan mudah. Sedangkan tangkas adalah siswa mampu memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapinya. Seperti muncul pertanyaan dari teman-temannya.

Bagaimana peran guru sendiri dalam kegiatan ini? Tentu saja tidak bisa lepas kontrol begitu saja, diahkir sesi PBM guru meluruskan beberapa pemahaman siswa yang dirasa kurang tepat selain itu juga menjaga situasi kelas terkondisikan. Untuk lebih jelasnya dapat disaksikan dalam tayangan video berikut.

jika terdapat kendala silakan klik LIhat Video


Jika terkendala silakan klik Lihat video


jika mengalami kendala silakan klik Lihat video


Jika mengalami kendala silakan klik Lihat Video


Jika mengalami kendala silakan klik Lihat Video


Layanan ini sifatnya masih dalam bentuk inovasi atau mencoba, tentu saja jauh dari kesempurnaan. Untuk itu diharapkan masukan dari teman-teman civitas pendidik dalam pencapaian hasil yang ideal dan terima kasih sebelumnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar diharapkan bersifat membangun dalam rangka pengembangan keilmuan Bimbingan dan Konseling. Kami sampaikan terima kasih