Selasa, 05 Juli 2016

Panduan Penyusunan Penelitian Tindakan Kelas Bimbingan dan Konseling

Alhamdulillah selesai sudah panduan penelitian tindakan kelas khusus untuk bimbingan dan konseling. Dalam tulisan ini di kupas secara sederhana akan tetapi memuat secara detail mulai dari seputar informasi PTK BK, proses pelaksanaan, panduan dasar penyusunan, perbedaan-perbedaan antara PTK BK dengan hasil penelitian umum, dan lain-lain. Tulisan ini tidak mutlak sebagai satu-satunya referensi akan tetapi dapat sebagai bahan panduan untuk guru Bimbingan dan Konseling di sekolah yang meliputi multy jenjang SD, SMP, maupun SMA/SMK dan dapat di gunakan sebagai bahan ajar kuliah untuk penyampaian pada mahasiswa, pembekalan turun dilapangan, karena tulisan di kemas menggunakan kaidah ilmiah.
Berikut kami tampilkan cuplikan redaksi, jika tertarik untuk mengunduh tulisan full tekx silakan di unduh melalui tautan berikut
UNDUH FILE PANDUAN PENYUSUNAN PTBK

PENELITIAN TINDAKAN KELAS
A. Pendahuluan

Dengan semakin mantapnya psikologi kognitif yang mengedepankan asas konstruktivisme, para guru tidak lagi dianggap sekadar sebagai penerima pembaharuan yang diturunkan dari atas, tetapi guru bertanggung jawab dan berperan aktif untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya sendiri melalui tindakan dalam proses pembelajaran yang dikelolanya. Latar belakang itulah yang melahirkan konsep penelitian tindakan kelas.

Dengan penelitian tindakan kelas, guru akan memperoleh manfaat praktis, ia dapat mengetahui secara jelas masalah-masalah yang ada di kelasnya dan bagaimana mengatasi masalah itu. Dengan demikian, praktis pembelajaran di kelas diperbaiki oleh guru itu sendiri secara sadar dan terencana dengan baik. Dosen perguruan tinggi akan memperoleh manfaat dengan berkolaborasi dengan guru sekolah mengadakan penelitian tindakan kelas, yakni ia akan lebih akrab dengan lapangan, memperoleh masukan dalam pembinaan calon guru, dan kemitraan antara dosen dan guru akan menjadi lebih baik.
  1. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Penelitian tindakan kelas telah mulai berkembang sejak perang dunia kedua. Oleh sebab itu, sebenarnya ragam penelitian itu telah banyak membuahkan berbagai definisi. Menurut Suwarsih Madya (2006; Suharsimi: 2010) Penelitian tindakan sebenarnya berkembang sejak tahun 1940 akan tetapi di Indonesia baru disosialisasikan sekitar sepuluh tahun terakhir. Menurut Kementrian Pendidikan Nasional jenis penelitian ini merupakan penelitian yang sangat tepat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran (bidang studi) dan layanan konseling dan selanjutnya dapat meningkatkan pendidikan secara luas.Melalui bahasa yang lebih sederhana penelitian tindakan bertujuan untuk menyelesaikan suatu masalah dan bukan hanya mencermati fenomena.   

Definisi lain yang tidak jauh berbeda dikemukakan oleh Kemmis (1986) bahwa penelitian tindakan kelas adalah sebagai bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan itu dalam melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman terhadap tindakan yang dilakukan, serta memperbaiki kondisi tempat praktik pembelajaran itu dilakukan.

Dalam menelaah permasalahan yang berkenaan dengan pelaksanaan pendidikan kadang-kadang kita harus segera berbuat tanpa menunggu penelitian tuntas sama sekali. Hal ini terjadi terutama apabila seorang peneliti atau seorang praktisi dalam bidang pendidikan harus mengatasi suatu permasalahan atau kesulitan yang bersifat operasional di lapangan kerjanya dan temuannya harus segera diterapkan, atau apabila temuan dan penerapannya itu sangat erat berkaitan dengan kondisi lapangan serta kepentingan subyek penelitian yang memerlukan manfaat dari hasil penelitian itu. Ini tidak berarti bahwa setelah penerapan yang segera dari temuan itu, lalu penelitian itu berakhir atau dihentikan. Penelitian harus terus dilakukan sekurang-kurangnya untuk menindaklanjuti dan mengamati apakah hasil penelitian yang diterapkan itu bermanfaat secara tepat. 

Dalam hal ini lanjutan penelitian itu bersifat pembetulan atas penerapan temuan apabila ternyata penerapannya tidak tepat. Ada pula kemungkinan lain, yaitu bahwa penerapan temuan dalam upaya terdahulu itu mendatangkan permasalahan baru. Permasalahan baru itu mungin telah diperkirakan oleh peneliti atau sama sekali tidak terduga.
            
Dalam kondisi yang lain, mungkin sekali terjadi bahwa peneliti membutuhkan upaya penelaahan yang bertahap, dan hasil penelaahan itu secara bertahap pula diterapkan bersama-sama dengan sekelompok petugas yang di samping menjadi subyek penelitiannya, juga merupakan kelompok yang bekerja sama dengan peneliti tersebut dalam melaksanakan penelitian atau penelaahannya itu. Dalam keadaan lain, mungkin sekali bahwa hasil yang diterapkan itu merupakan hasil sementara saja. Temuan-temuan yang berkenaan dengan penanganan masalah itu masih harus dilakukan untuk kemudian diterapkan sebagai kelanjutan dari penerapan temuan yang terdahulu. Jadi dalam hal ini kelanjutan penelitian itu berfungsi untuk melengkapi penelitian terdahulu. Keberlanjutan penelitian seperti itu bermanfaat pula untuk menemukan cara pemecahan yang lebih tepat atau lebih baik, karena mungkin sekali bahwa dalam penelitian sebelumnya ada faktor atau variabel yang tidak terperhatikan, atau terjadi analisis data yang tidak cukup hati-hati (Rochman Natawidjaja: 2008).

Penelitian tindakan kelas bersifat reflektif. Artinya, dalam proses penelitian itu guru sebagai peneliti selalu memikirkan apa dan mengapa suatu dampak tindakan terjadi di kelas. Berdasarkan pemikiran itu, guru kemudian kembali mencari pemecahannya dengan melalui tindakan-tindakan pembe-lajaran tertentu (Suyanto, 1997). Jika guru dengan refleksinya kemudian mengadakan penelitian, ia pada akhir tindakannya itu pun kembali meng-adakan  refleksi untuk memperbaiki tindakannya dan melakukan rencana untuk perbaikan tahap berikutnya. Guru terus-menerus mengadakan refleksi itu sampai praktis pembelajarannya di kelas berhasil dengan baik. Oleh sebab itu, PTK dilaksanakan berupa proses pengkajian  berdasarkan   empat tahap:

Kemmis (1986) menggambarkan daur penelitian tindakan dan refleksi sebagai berikut...... ( .... )   Full Teks silakan di unduh di tautan berikut UNDUH PANDUAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar diharapkan bersifat membangun dalam rangka pengembangan keilmuan Bimbingan dan Konseling. Kami sampaikan terima kasih